Langsung ke konten utama

Bocoran Pertanyaan Debat Capres, Ada Kepentingan?


       
  Setelah KPU memutuskan perihal pembatalan sosialisasi visi misi capres, kini KPU menyebut pasangan capres-cawapres akan mengetahui daftar pertanyaan sebelum debat berlangsung. "Pertanyaan itu sudah diserahkan duluan, tapi mereka kan nggak tahu apa yang akan ditanyakan karena kan itu seperti bank soal gitu," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Mandarin Oriental, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019). 

           Diselenggarakan adanya debat capres adalah sebuah wadah untuk para rakyat Indonesia dapat melihat kesiapan dari kedua paslon, juga untuk memberikan referensi bagi rakyat Indonesia akan pemilu pemilihan capres-cawapres. Dengan cara melihat kesiapan mereka yang dapat dilihat dari jawaban-jawaban mereka saat debat capres berlangsung. Kesiapan bagi seorang pemimpin bukan hanya tentang sesuatu yang telah dipersiapkan. Akan tetapi bagaimana mereka dapat menghadapi kondisi secara spontanitas. Karena, kemampuan mereka dalam menyikapi sesuatu yang dadakan adalah salah satu penilaian utama bagi masyarakat. 

       Setiap permasalahan yang ada pasti akan datang secara tiba-tiba. Maka upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang datang pun perlu kesiapsiagaan. Siapapun capres-cawapresnya nanti, dilapangan mereka akan menghadapi banyak masalah-masalah tidak terduga. Jikalau di tataran argumentasi saja masih harus dibocorkan, bagaimana untuk nantinya meghadapi tantangan yang tidak terduga tersebut. 

          Pada debat capres yang diselenggarakan 5 tahun lalu, tidak terdengar isu dibocorkannya pertanyaan debat capres. Sesungguhnya munculnya kebijakan yang berubah-ubah adalah dampak dari sekularisme-demokrasi. Ketika aturan benar-benar hanya mengandalkan tangan manusia pasti akan terjadi tambal sulam karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk membaca apa yang akan terjadi dikemudian hari. Lantas hingga kapan tambal sulam ini akan terus dipertahankan? Disamping itu pula, aturan yang dibuat oleh tangan manusia pasti terdapat kepentingan disana karena memang begitu tabiatnya manusia. Diluar alasan-alasan yang diberikan oleh bapak Arief Budiman selaku ketua KPU, pasti pun juga terdapat kepentingan lain, secara ketika 2014 silam bapak Arief Budiman adalah timses dapripada paslon nomor urut 1. 

           Pada sistem ini, siapa yang berkuasa siapa yang akan menjadi tumpuan. Sebagian orang berlomba-lomba menjilat kepada siapa yang berkuasa  lagi-lagi untuk suatu kepentingan. Hingga rela mengeluarkan kebijakan ini dan itu demi mendapat keuntungan. Tidak ada lagi kemurnian dalam keberjalanan memilih pemimpin. Berbeda ketika pemilihan pemimpin dalam sistem islam. Calon pemimpin untuk menjadi kepala negara di sistem islam benar-benar berdasarkan rujukan  dari masyarakat dan tiap pergantian kepemimpinan tidak ada kebijakan yang berubah-ubah. Dengan melalui beberapa penilaian sehingga para calon adalah mereka yang benar-benar layak memimpin. Bahkan, salah satu syarat untuk menjadi calon pemimpin, tidak boleh memilih seseorang yang haus akan kekuasaan. Dalam proses pemilihan pun menggunakan aturan syariat dimana aturan-aturan tersebut lahir dari Allah Swt. maka tidak mungkin terjadi tambal sulam karena aturan Allah Swt. adalah aturan yang sempurna tidak berdasarkan kepentingan siapapun. 

              Pada sistem Islam tidak mungkin menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan dalam  memilih pemimpin. Karena Islam mengajarkan tidak saja dalam memilih pemimpin tapi dalam menjalani kehidupan ini kita harus berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman yang diperintahkan oleh Allah SWT baik dalam Al Qur’an maupun Al Hadits. Islam harus menjunjung tinggi dan melaksanakan nilai nilai kejujuran, kebenaran, keadilan dan ketulusan. Menghindari kemunafikan, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan semua itu bisa dicapai tidak hanya dengan mengganti pemimpin tapi juga mengganti sistem menjadi sistem islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sekedar Fenomena Alam

Pada pekan kedua Agustus tahun 2018 ini, kekeringan terus melanda di sejumlah wilayah di Indonesia. Sejumlah daerah telah mengalami hari tanpa hujan ekstrem atau lebih dari 60 hari sehingga daerah-daerah tersebut perlu mewaspadai terjadinya kekeringan. Di Jawa Timur, ada 442 desa yang mengalami kekeringan. Di antara desa yang mengalami kekeringan itu, 199 desa di antaranya mengalami kekeringan kritis yang berarti tidak ada potensi air. (https://beritagar.id/artikel/berita/kekeringan-ekstrem-di-sejumlah-wilayah-indonesia). Hal ini sebenarnya bisa menjadi bahan bermawas diri untuk para kaum muslimin. Bukankah Allah berfirman dalam surat ar-rum ayat 41: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Kekeringan yang terjadi pada bulan Agustus sebenarnya bukan hanya sekedar fenomena alam. Adanya ketidak teraturan dalam pen...

Prostitusi, yang Penting Untung.

Postitusi, bagaikan lumut dalam lembab di tanah air kita ini. setiap tahunnya selalu ada berita mengenai hal tersebut entah sebagai pemanis problematika, atau memang benar-benar sebagai kasus yang ingin diselesaikan. Baru-baru ini, berita tentang artis ibukota berinisial VA yang juga terjerat kasus prostitusi ini sedang hangat dibicarakan. Bahkan, ubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus prosititusi online ini melibatkan dua artis ibukota di Surabaya, terdiri dari artis berinisial VA dan foto model berinisial AS, Sabtu (5/1). Pada awalnya, kasus seperti ini adalah sesuatu yang tabu di kalangan masyarakat. Akan tetapi semakin berjalannya waktu kasus semacam itu tidak lagi asing di tanah air kita ini. pelaksanaan pemberantasan kasus inipun tidak benar-benar serius dalam upaya menyelesaikannya. Sehingga, membuat masyarakat merasa terbiasa dan tak lagi merasa tabu dengan itu. Entah karena memang terlalu pemaafnya hukum di Indonesia ini, atau memang ada beberapa p...

Keislaman Deddy Corbuzier Menuai Polemik: Ada yang Terusik?

Alhamdulillah! Saudara muslim kita bertambah lagi. Baru-baru ini Indonesia digemparkan dengan sebuah berita seorang publik figur ternama yang menyatakan keislamannya. Beliau mengaku bahwa alasan atas keputusannya itu bukan hanya sekedar ingin menikahi seorang wanita tapi karena ajaran Islam yang beliau pelajari menggetarkan hatinya, Deddy Corbuzier. Beberapa hari sebelum bersyahadat, Deddy membuat video yang berdurasi satu menit. Di dalam videonya beliau merencanakan untuk prosesi mualafnya itu disiarkan langsung di stasiun televisi pada tanggal 21 juni 2019. Beliau bermaksud agar momen keharuan ini bisa dirasakan pula oleh khalayak. Tak lama dari berita itu tersebar, tiba-tiba muncul berita yang bertentangan. Berita itu menyatakan larangan KPI untuk menyiarkan proses mualaf di TV. Katanya itu menyalahi peraturan perundang-undangan penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 serta standar program siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1) dan Pa...