Langsung ke konten utama

Postingan

Venezuela, Bukti Kecacatan Sistem Kapitalisme

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar Venezuela? Tim pesepak bolanya yang keren kah? atau sumber perminyakan dan orang-orang kayanya kah? Tidak salah, tidak juga benar. Sudahkah kamu mendengar kondisi Venezuela saat ini? Seperti dilansir Aljazirah, di seluruh negara Amerika Selatan yang kaya minyak, pemadaman listrik kronis terjadi, infrastruktur hancur, dan kekurangan bahan kebutuhan pokok membuat tentara dan polisi terpaksa menjaga pasokan makanan. Bahkan, hiperinflasi di Venezuela menyebabkan negara ini kini tercatat sebagai negara dengan kinerja perekonomian terburuk di dunia. Perekonomian Venezuela 95 persennya bergantung pada sektor minyak. Maka tak heran, pascamenurunnya harga minyak mentah dunia, perekonomian negara ini terguncang, bahkan nyaris runtuh. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, Venezuela sekarang ini sebagai negara dengan tingkat inflasi terbesar di dunia. Mereka memperkirakan, inflasi Venezuela bisa mencapai 700 persen tahun ini. Waw bukan? ...

Kepemimpinan Demokrasi Mencampakkan Pembelaan Karena Iman

Semakin terpolarisasi masing-masing kutub yang semakin hari semakin jelas kemana arah keberpihakan. Semakin terarahkan dan sudah tak samar lagi mana hitam dan mana putih. Anehnya, ada yang muslim tapi keberpihakan bukan di kutub muslim, atau sebaliknya. Seperti yang dilakukan putra mahkota Saudi yang mendukung Cina untuk membangun kamp konsentrasi di Uighur. Muhammad bin Salaman mengatakan bahwa tindakan CIna itu dapat dibenarkan. Parahnya lagi dia mengatakan ketika telah berada di China untuk menandatangani banyak kesepakatan dagang pada jum’at (22/02/2019) bahwasannya tindakan cina itu adalah pekerjaan anti-terorisme dan ekstremisme untuk keamanan nasionalnya. Ataupun tentang Presiden Turki yang menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Beijing pasca pernyataannya yang mengecam China telah melakukan genosida. Tidak hanya itu, perdana menteri Pakistan, Imran Khan, yang baru saja dikunjungi oleh    Pangeran Salman mengatakan dia    “tidak tah...

Akibat Sekulerisme: Kering, Kering, Kering!

“ Lo bisa bayangin gak hidup tanpa cinta? Kering, kering, kering! ” Ucap seorang politisi muda yang lagi naik daun dikalangan artis, anak muda, dan masyarakat lainnya. Video yang berdurasi 5 menit 6 detik itu sedang menjadi buah bibir khususnya dikalangan para asatidz dan para pembela islam. Diupload oleh akun GEOLIVE.ID lewat youtube, video ini berhasil lagi-lagi memunculkan pro dan kontra diantara masyarakat. Percakapan ini bermula ketika host menanyakan pendapat mengenai hashtag Indonesia Tanpa Pacaran yang sedang viral di gembar-gemborkan. Tanggapan sang politisi muda menanggapi hal tersebut membuat mata tertuju untuk melihatnya. “Sekarang yang jadi pertanyaan buat gua , kalo lo ngelarang orang buat pacaran terus kalo orang jatuh cinta harus apa? Harus mendem?” katanya. Pacaran adalah suatu hal yang memang lumrah dan sudah menjadi pemikiran umum di kalangan masyarakat; untuk menikah harus diawali dengan pacaran, seakan-akan pacaran adalah langkah yang wajib untuk di...

Pelecehan Seksual Kembali Terulang: Efek Upaya Pemerintah yang Reaktif

Sudah bapak-bapak tapi cabul terhadap muridnya sendiri? Ah, tak usah mengernyitkan dahi. Kasus seperti ini kerap terjadi di lingkungan kita saat ini. Kasus serupa yang baru saja terjadi dikemukakan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema. Beliau mengungkap, seorang pria berinisial DRP yang berumur 48 tahun, seorang guru les privat, mencabuli 34 muridnya. DRP pun mengakui dan mengungkap bahwa perlakukan tersebut sudah terjadi 2 tahun terakhir dimana seluruh korbannya adalah laki-laki. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan salah satu orang tua korban ke kepolisian setelah mendapati anaknya menjadi salah satu korban dari guru les privatnya sendiri. Hal tersebut diketahui orang tua salah satu korban saat melihat isi ponsel anaknya, yang ternyata terdapat sejumlah video tak senonoh. Dari keterangan tersangka, awal mula perlakuan tersebut ketika DRP mengajar dirumahnya. Karena selain DRP menjadi guru pa...

Prostitusi, yang Penting Untung.

Postitusi, bagaikan lumut dalam lembab di tanah air kita ini. setiap tahunnya selalu ada berita mengenai hal tersebut entah sebagai pemanis problematika, atau memang benar-benar sebagai kasus yang ingin diselesaikan. Baru-baru ini, berita tentang artis ibukota berinisial VA yang juga terjerat kasus prostitusi ini sedang hangat dibicarakan. Bahkan, ubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus prosititusi online ini melibatkan dua artis ibukota di Surabaya, terdiri dari artis berinisial VA dan foto model berinisial AS, Sabtu (5/1). Pada awalnya, kasus seperti ini adalah sesuatu yang tabu di kalangan masyarakat. Akan tetapi semakin berjalannya waktu kasus semacam itu tidak lagi asing di tanah air kita ini. pelaksanaan pemberantasan kasus inipun tidak benar-benar serius dalam upaya menyelesaikannya. Sehingga, membuat masyarakat merasa terbiasa dan tak lagi merasa tabu dengan itu. Entah karena memang terlalu pemaafnya hukum di Indonesia ini, atau memang ada beberapa p...

Bocoran Pertanyaan Debat Capres, Ada Kepentingan?

          Setelah KPU memutuskan perihal pembatalan sosialisasi visi misi capres, kini KPU menyebut pasangan capres-cawapres akan mengetahui daftar pertanyaan sebelum debat berlangsung. "Pertanyaan itu sudah diserahkan duluan, tapi mereka kan nggak tahu apa yang akan ditanyakan karena kan itu seperti bank soal gitu," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Mandarin Oriental, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).             Diselenggarakan adanya debat capres adalah sebuah wadah untuk para rakyat Indonesia dapat melihat kesiapan dari kedua paslon, juga untuk memberikan referensi bagi rakyat Indonesia akan pemilu pemilihan capres-cawapres. Dengan cara melihat kesiapan mereka yang dapat dilihat dari jawaban-jawaban mereka saat debat capres berlangsung. Kesiapan bagi seorang pemimpin bukan hanya tentang sesuatu yang telah dipersiapkan. Akan tetapi bagaimana mereka dapat menghadapi kondisi secara spontanitas. Karena...

Radikalisme, Terorisme, dan Mahasiswa

            akhir-akhir ini sering terdengar asumsi-asumsi bahwasannya radikalisme dan terorisme adalah ancaman di kalangan akademisi baik mahasiswa maupun tenaga pengajar. Ini dibuktikan oleh adanya kunjungan kepala BNPT pada musim penerimaan mahasiswa baru. Sasaran kunjungan ini adalah perguruan-perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dan segenap civitas. Pada tanggal 6 bulan 9 lalu kepala BNPT kali ini mengunjungi Universitas Widyatama Bandung untuk memberikan pembekalan resonansi kebangsaan serta bahaya radikalisme dan terorisme. “Pada kunjungan Koramil sebelumnya, kampus Widyatama dinyatakan bebas dari radikalisme dan terorisme. Dan kami berencana dan berupaya untuk terus mempertahankan status tersebut…” ujar Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga.             Apasih sebenarnya radikalisme dan terorisme? dua kata yang selalu sensitif di telinga sebagian orang dan tentunya selalu mengacu kepada islam. Padahal arti kata ...